Naik Betis Saat Tidur: Apa Penyebabnya dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Naik
betis saat tidur merupakan kondisi kram otot mendadak pada area betis yang
sering muncul di malam hari. Rasa nyeri tajam yang timbul secara tiba-tiba
dapat membuat seseorang terbangun dari tidur dan sulit kembali beristirahat.
Masalah
ini kerap dianggap sepele, padahal jika frekuensinya sering, bisa menurunkan
kualitas tidur dan memengaruhi aktivitas harian. Kondisi naik betis dikenal
secara medis sebagai nocturnal leg cramps.
Gangguan
ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari remaja hingga lansia. Intensitas
nyeri yang dirasakan berbeda-beda, dari ringan hingga sangat menyakitkan.
Pemahaman mengenai penyebab dan cara mengatasinya menjadi langkah penting agar
keluhan ini tidak terus berulang.
Apa Itu Naik Betis Saat Tidur?
Naik
betis saat tidur adalah kontraksi otot betis yang terjadi secara tiba-tiba dan
tidak disengaja ketika tubuh sedang beristirahat. Otot terasa mengeras, tegang,
dan nyeri, bahkan setelah kram mereda, rasa tidak nyaman bisa bertahan beberapa
menit hingga jam.
Kejadian
ini paling sering muncul pada malam hari atau menjelang pagi. Posisi kaki saat
tidur serta kondisi tubuh sebelum beristirahat turut berperan dalam memicu
kram. Meski tidak berbahaya, gangguan ini dapat menurunkan kualitas tidur
apabila terjadi berulang kali.
Gejala Naik Betis yang Perlu Diperhatikan
Ciri
khas naik betis saat tidur dapat dikenali dengan cukup jelas. Otot betis
tiba-tiba menegang dan terasa sangat sakit, sering kali disertai sensasi
tertarik kuat. Gerakan kaki menjadi terbatas karena rasa nyeri yang intens.
Beberapa
orang juga merasakan sisa nyeri setelah kram hilang. Kondisi ini membuat otot
terasa pegal atau sensitif saat digunakan keesokan harinya. Apabila disertai
pembengkakan, kemerahan, atau nyeri menetap, pemeriksaan medis sangat
dianjurkan.
Penyebab Naik Betis Saat Tidur
Beragam faktor dapat memicu naik betis pada malam hari. Kombinasi gaya hidup, kondisi kesehatan, serta kebiasaan sehari-hari sering kali menjadi penyebab utama.
Kekurangan
Cairan Tubuh= Dehidrasi menyebabkan keseimbangan
elektrolit dalam tubuh terganggu. Otot membutuhkan cairan cukup agar dapat
berkontraksi dan relaksasi dengan normal. Kekurangan cairan membuat otot lebih
mudah mengalami kram, terutama saat tubuh berada dalam kondisi istirahat.
Kekurangan
Mineral Penting= Asupan mineral seperti magnesium,
kalsium, dan kalium berperan besar dalam fungsi otot. Ketidakseimbangan mineral
dapat mengganggu sinyal saraf ke otot, sehingga kontraksi terjadi secara tidak
terkontrol dan menimbulkan kram.
Posisi
Tidur Kurang Tepat= Kebiasaan tidur dengan jari kaki mengarah
ke bawah atau kaki dalam posisi menekuk dapat memicu pemendekan otot betis.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko kontraksi mendadak saat tidur nyenyak.
Kelelahan
Otot Berlebihan= Aktivitas fisik berat tanpa peregangan
yang cukup sebelum tidur sering menjadi pemicu naik betis. Otot yang lelah
lebih sensitif terhadap rangsangan saraf, terutama ketika tubuh memasuki fase
istirahat.
Duduk
atau Berdiri Terlalu Lama= Rutinitas harian yang mengharuskan
duduk atau berdiri dalam waktu lama dapat menghambat sirkulasi darah ke kaki.
Aliran darah yang tidak optimal meningkatkan risiko kram otot saat malam hari.
Perubahan
Hormon= Kehamilan menjadi salah satu kondisi yang sering
dikaitkan dengan naik betis. Perubahan hormon, peningkatan berat badan, serta
kebutuhan mineral yang lebih tinggi berkontribusi terhadap munculnya kram pada
malam hari.
Efek
Samping Obat Tertentu= Beberapa jenis obat seperti
diuretik, obat tekanan darah, dan obat kolesterol dapat memengaruhi
keseimbangan cairan dan elektrolit. Efek tersebut berpotensi memicu kram otot
saat tidur.
Kondisi
Medis Tertentu= Gangguan saraf, diabetes, penyakit
pembuluh darah perifer, serta gangguan tiroid dapat menjadi penyebab naik betis
yang sering dan berulang. Pemeriksaan medis diperlukan apabila kram terjadi
secara terus-menerus tanpa penyebab jelas.
Cara Mengatasi Naik Betis Saat Tidur
Penanganan
naik betis dapat dilakukan secara sederhana di rumah hingga memerlukan evaluasi
medis, tergantung pada tingkat keparahan dan frekuensi keluhan.
Peregangan
Saat Kram Terjadi= Langkah pertama saat kram muncul adalah
meluruskan kaki dan menarik ujung kaki ke arah tubuh. Gerakan ini membantu
memanjangkan otot betis dan meredakan kontraksi. Pijatan lembut pada area betis
juga dapat mempercepat relaksasi otot.
Kompres
Hangat atau Dingin= Kompres hangat membantu melancarkan
aliran darah dan mengendurkan otot yang tegang. Alternatif lain berupa kompres
dingin dapat digunakan untuk mengurangi nyeri setelah kram mereda.
Perbaikan
Posisi Tidur= Penggunaan bantal penyangga kaki dapat
membantu menjaga posisi kaki tetap netral selama tidur. Posisi telentang dengan
kaki lurus dan rileks dinilai lebih aman untuk mencegah pemendekan otot betis.
Penuhi
Kebutuhan Cairan= Konsumsi air putih secara cukup sepanjang
hari sangat penting. Tubuh membutuhkan cairan yang memadai agar fungsi otot
tetap optimal, terutama sebelum tidur malam.
Asupan
Nutrisi Seimbang= Menu makanan sebaiknya mengandung mineral
penting seperti magnesium, kalsium, dan kalium. Pisang, alpukat, sayuran hijau,
kacang-kacangan, dan susu dapat menjadi pilihan sumber nutrisi alami.
Peregangan
Sebelum Tidur= Rutinitas peregangan ringan sebelum tidur
membantu mengendurkan otot setelah aktivitas seharian. Fokus peregangan pada
betis, paha, dan telapak kaki dapat mengurangi risiko kram malam hari.
Aktivitas
Fisik Teratur= Olahraga ringan seperti jalan kaki,
berenang, atau yoga membantu melancarkan peredaran darah dan menjaga
fleksibilitas otot. Intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi
tubuh.
Konsultasi
Medis Bila Perlu= Pemeriksaan dokter diperlukan apabila
naik betis terjadi sangat sering, disertai nyeri hebat, pembengkakan, atau
gangguan saraf di area kaki. Penanganan medis bertujuan mengetahui dan mengatasi
penyebab yang mendasari keluhan dengan tepat.
Cara Mencegah Naik Betis Agar Tidak Terulang
Pencegahan menjadi langkah terbaik untuk menghindari gangguan tidur akibat naik betis. Perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari dapat memberikan dampak besar.
Kebiasaan
minum air cukup, menjaga postur tubuh, serta menghindari aktivitas berat
menjelang tidur membantu mengurangi risiko kram. Kesadaran terhadap sinyal
tubuh juga penting, terutama saat otot mulai terasa tegang atau pegal.
Kapan Harus Waspada?
Naik
betis yang terjadi sesekali umumnya tidak berbahaya. Kondisi berbeda perlu
diwaspadai apabila kram muncul hampir setiap malam, hanya terjadi pada satu
kaki, atau disertai gejala lain seperti mati rasa dan kelemahan otot.
Evaluasi
medis dianjurkan untuk memastikan tidak ada gangguan saraf, pembuluh darah,
atau penyakit kronis yang mendasari keluhan tersebut.
Kesimpulan
Naik betis saat tidur merupakan keluhan umum yang dapat mengganggu kualitas istirahat. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari dehidrasi, kekurangan mineral, hingga kondisi medis tertentu.
Penanganan sederhana seperti peregangan, perbaikan posisi tidur, serta pemenuhan cairan dan nutrisi sering kali efektif meredakan keluhan. Kesadaran terhadap pola hidup sehat menjadi kunci utama pencegahan agar kondisi ini tak berulang.
Apabila keluhan terus berulang atau semakin parah, konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat dan menyeluruh.
Sumber Referensi
dr Kevin Adrian. 2025. Betis Kram Saat Tidur Inilah Penyebab dan Cara Menanganinya [Online] (https://www.alodokter.com/betis-kram-saat-tidur-inilah-penyebab-dan-cara-menanganinya diakses 5 Februari 2026)
dr Caisar Dewi Maulina. 2025. Penyebab Kaki Kram dan Cara Ampuh Mengatasinya [Online] (https://www.halodoc.com/artikel/penyebab-kaki-kram-dan-cara-ampuh-mengatasinya diakses 5 Februari 2026)




Posting Komentar