Mengenal Cara Double Cleansing Wajah

Teknik Membersihkan Wajah dengan Dua Tahapan
 

Double cleansing adalah metode membersihkan wajah sebanyak dua kali. Metode ini pertama kali dipopulerkan oleh wanita-wanita Asia khususnya di Jepang dan Korea Selatan. Jika kamu hanya terbiasa membersihkan wajah sekali saja alias cukup dengan menggunakan sabun muka dan air. Maka untuk melakukan double cleansing, terdapat langkah tambahan yang harus dilakukan sebelumnya.

Biasanya double cleansing melibatkan penggunaan dua jenis pembersih wajah yang berbeda. Pertama adalah pembersih wajah berbasis minyak dan yang kedua adalah pembersih berbasis air. Pembersih berbasis minyak bertindak sebagai magnet yang akan menarik kotoran dan minyak yang terperangkap di dalam pori-pori. Sementara pembersih berbasis air akan membersihkan sisa-sisa kotoran yang tersisa.

Langkah-Langkah Double Cleansing

Manfaat double cleansing tak perlu diragukan, selain dapat membantu membersihkan wajah dengan lebih efektif dan menyeluruh, kulit pun akan jadi lebih siap menerima produk perawatan kulit selanjutnya. Teknik ini sering dianjurkan untuk diterapkan di malam hari guna memastikan wajah bersih setelah seharian terpapar polusi dan debu.

cara agar double cleansing efektif

Langkah pertama adalah menggunakan pembersih berbahan dasar minyak atau lemak (oil-based cleanser) agar makeup, kotoran, dan minyak pada kulit terhapus dengan baik. Setelah kamu memastikan kedua tangan dalam keadaan bersih. Maka kamu bisa mulai memakai cleansing jenis oil untuk pemilik wajah normal, berminyak, ataupun kombinasi. 

Sedangkan cleansing balm lebih dianjurkan diaplikasikan jika kamu memiliki kulit wajah yang kering cenderung sensitive. Tapi kamu bisa memakai jenis cleansing apapun selama cocok dan terasa nyaman saat dipakai.

Baca Juga : Rekomendasi Cleansing Balm Wajib Dicoba

Langkah kedua adalah menggunakan pembersih berbahan dasar air (water-based cleanser), untuk membersihkan kulit lebih dalam dan membuang sisa kotoran yang mungkin masih tersisa.

gunakan face wash untuk step terakhir double cleansing

Setelah first cleanser diterapkan, waktunya melakukan second cleanser dan ini akan menjadi step terakhir yang dalam melakukan double cleansing. Kamu bisa mengaplikasikan face wash. 

Namun dengan tetap memilih produk face wash yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kulit masing-masing. Pastikan juga bahan yang terkandung di dalamnya gentle dan lembut saat digunakan.

Baca Juga : 5 Rekomendasi Facial Wash Yang Bagus Harga 50 Ribuan

Tips Memaksimalkan Double Cleansing

Untuk memaksimalkan proses double cleansing yang kamu lakukan. Maka kamu perlu memperhatikan beberapa tips untuk memilih pembersih wajah. Bukan hanya yang sesuai dengan jenis kulit atau kondisi keuangan kamu saja. Namun juga beberapa hal berikut.

1.   1. Pilih Pembersih Wajah yang Sesuai dengan Jenis Kulit.

Jika kamu memiliki kulit kering, pilih pembersih wajah yang mengandung bahan-bahan melembabkan seperti glycerin atau alpha hydroxy acids (AHAs). Jika kamu memiliki kulit berminyak, pilih pembersih wajah yang mengandung bahan-bahan seperti salicylic acid atau beta hydroxy acids (BHAs) yang dapat mengangkat minyak berlebih di wajah.

2.    2. Hindari Pembersih Wajah Dengan Bahan Yang Dapat Menyebabkan Iritasi

Hindari juga pembersih wajah dengan bahan yang dapat mempercepat produksi minyak seperti sodium lauryl sulfate atau sodium lauryl ether sulfate. Sebaiknya pilih pembersih wajah yang tidak mengandung alkohol atau parfum. Terutama jika kamu memiliki kulit sensitive maka ada baiknya memilih produk dengan label vegan friendly.

3.   3. Pastikan Pembersih Wajahmu Memiliki pH Yang Seimbang

pH adalah ukuran keasaman atau kebasaan suatu zat. Skala pH berkisar dari 0 hingga 14, dengan angka 0 menunjukkan ke-asaman yang sangat tinggi dan angka 14 menunjukkan ke-basaan yang sangat tinggi. pH kulit wajah biasanya berkisar antara 4,5 hingga 6,5 yang merupakan pH yang seimbang dan sesuai untuk kulit.

Menjaga pH kulit wajah dalam kisaran yang seimbang sangat penting karena kulit yang terlalu asam atau terlalu basa dapat menyebabkan iritasi, kerusakan, atau masalah kulit lainnya.

Sebagai contoh, jika pH kulit terlalu asam, maka kulit akan lebih rentan terhadap infeksi dan iritasi. Sebaliknya, jika pH kulit terlalu basa, maka kulit akan lebih rentan terhadap kekeringan dan keriput.

 

Ingat selalu untuk membaca label produk sebelum membeli pembersih wajah untuk memastikan bahwa kamu memilih pembersih yang sesuai dengan jenis kulit dan kebutuhan perawatan kulitmu.

 


Posting Komentar

Total Tayangan Halaman